Artikel Umum

Vaksinasi Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Didukung Yayasan Taruna Bakti

Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
 
Bandung Sidejl. LLRE. Martadinata – Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan diwilayah Kecamatan Bandung Wetan didukung penyelenggaraannya oleh Yayasan Taruna Bakti di jl. LLRE. Martadinata No 52, Kota Bandung, Jumat 16 April 2021.

Pelaksanaan vaksinasi Pendidik, Tenaga Kependidikan (PTK) dan ASN Kewilayahan Kecamatan Bandung Wetan dengan jumlah 1.813 penerima vaksin diselenggarakan dalam 2 tahap, yakni pada Jum’at 16 Aril 2021 sebanyak 900 peserta dan Senin, 19 April 2021 sebanyak 913 peserta.

Adapun yang terhimpun dalam data base PGRI Kota Bandung yang mengikuti vaksinasi terdapat TK 12 sekolah, Paud 11 sekolah, SD 17 sekolah, SMP 12 sekolah dan SMA 8 sekolah yang hampir 100% PTK diwilayah Bandung Wetan sudah masuk dalam data yang akan di vaksinasi.

Ibramsyah Amir, SE.,MBA.,Tech., Ketua Umum Yayasan Taruna Bakti menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada pihak terkait atas terselenggaranya vaksinasi PTK di Aula Yayasan Taruna Bakti.

Vaksinasi Pendidik, Tenaga Kependidikan
Suasana vaksinasi Pendidik, Tenaga Kependidikan di AULA Yayasan Taruna Bakti, Jumat 16 April 2021

“Kami ucapan terima kasih kepada Bapak Camat Bandung Wetan yakni H. Soni Bachtiar, Dinas Kesehatan, PGRI Kota Bandung, serta relawan. Kami senang sekali dapat mensupport pemerintah untuk mensukseskan percepatan vaksinasi,”kata Ibramsyah.

Yayasan Taruna Bakti siap mendukung setiap kegiatan guna upaya mempercepat proses 100% vaksinasi Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan, lanjut Ibramsyah.

Tentunya ada beberapa kekurangan dari terselenggaranya acara ini, tambah Ibramsyah, pada kesempatan ini juga kami memohon maaf dan Insya Allah kedepan kami akan memperbaiki dari sisi fasilitas, prokes agar kita tetap selalu waspada terhadap pandemi ini.

Menurut Ibramsyah, dengan di vaksin nya kita di hari ini, bukan berarti prokes sudah bisa diabaikan, karena pandemi ini tidak ada satu orang pun yang tahu kapan akan berakhir.

“Jadi dengan prokes bapak dan ibu Pendidik dan Tenaga Kependidikan menjadi role model bagi kita semua di dunia pendidikan bila melaksanakan proses belajar mengajar bertatap muka,”ujar Ibram sapaan akrab Ibramsyah.

vaksinasi Pendidik, Tenaga Kependidikan
Camat Bandung Wetan, H. Soni Bachtiyar, S.Sos.,M.Si., sedang memeriksa kesiapan petugas vaksinasi di AULA Yayasan Taruna Bakti, Jumat 16 April 2021

“Jadi kalau gurunya sudah mengajarkan pakai masker dibawah hidung, anak-anaknya saya yakin pakai maskernya di bawah mulut,”kata Ibram memaparkan.

“Saya titip sekali lagi, bapak-ibu adalah role model anak-anak didik kita. Begitu juga di keluarga, kita juga menjadi role model. Jangan hilangkan kesempatan ini untuk kita menjadi role model,” pungkas Ibramsyah Amir.

Camat Bandung Wetan, H. Soni Bachtiyar, S.Sos.,M.Si., mengharapkan disetiap sekolah memiliki geografi informasi sistem sebagai bahan pertimbangan kewilayahan dalam menentukan layak atau tidaknya sekolah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Geografi Informasi Sistem ini sangat penting dalam rangka monitoring lalu lintas guru dan murid apakah berasal dari daerah zona merah, zona kuning atau zona hijau,”kata Soni.

Menurut Soni, kadang murid dan guru tidak semuanya berada di wilayah Bandung Wetan, ada juga yang berasal dari luar Kota Bandung. Dengan memiliki data Geografi Informasi Sistem tersebut akan membantu Satgas Covid-19 kewilayahan dalam memberi rekomendasi sekolah yang bisa melakukan pembelajaran tatap muka.

Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Peserta penerima vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan melalui proses skrining sebelum di vaksi, Jum’at 16 April 2021

Ucapan terima kasih kepada pemerintah juga disampaikan oleh Ketua PGRI Kota Bandung, Drs. Cucu Saputra, MM.Pd, yang telah memprioritaskan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan vaksinasi.

“Semoga vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan ini menjadi salah satu upaya akselerasi pembelajaran tatap muka terbatas yang akan dimulai pada Bulan Juli nanti,”kata Cucu.

“Insya Allah proses pembelajaran tatap muka bisa didesain pada bulan juli nanti, kita menghimbau kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan sambut program vaksinasi untuk pendidik, tenaga kependidikan ini dengan penuh gairah dan penuh kegembiraan,”ujar Cucu.

Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Ketua PGRI Kota Bandung, Drs. Cucu Saputra, MM.Pd, menyampaikan 36.000 Pendidik dan Tenaga Kependidikan sebagai penerima vaksinasi saat kegiatan Vaksinasi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan ASN Kewilayahan di AULA Yayasan Taruna Bakti, Jum’at 16 April 2021

Cucu menambahkan, bahwa terdapat 36.000 pendidik dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang dan jenis termasuk non formal di Kota Bandung yang merupakan hasil sinkronisasi dan kolaborasi data baik dari Disdik Kota Bandung, Kemenag dan Disdik Provinsi Jawa Barat.

“Tidak ada kendala dalam menyatukan data pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan vaksinasi ini, walau bagaimanapun kewenangannya tetap saja anggota PGRI,” ucap Cucu.

Hal tersebut diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr.Hj.Ahyani Raksanagara, M.Kes., bahwa data yang masuk ke Dinas Kesehatan terdapat 36.000 pendidik dan tenaga kependidikan.

“Secara total di Kota Bandung sasaran sekitar 36.000, sampai kemaren 9.000 jadi sudah lebih dari 30% mudah-mudahan sesuai target di akhir bulan april ini dosis ke- 1 sudah diberikan dan di akhir mei dosis ke-2 sudah selesai.

Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr.Hj.Ahyani Raksanagara, M.Kes. menyampaikan vaksinasi tahap 2 ini prioritas kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan dan Lansia, juma’at 16 April 2021

Dari Paud sampai Dosen, tambah Ahyani, dosen malah sudah lebih dari 85% di Kota Bandung sudah di masing-masing kampusnya. Sepanjang terverifikasi oleh dinas pendidikan bahwa mereka adalah pengajar maka datanya sampai kepada kami.

“Memasuki tahap 2 sesuai arahan Menteri Kesehatan dan juga hasil ratas (*rapat terbatas) dan arahan Provinsi Jawa Barat kita fokus pada Lansia dan Pendidik, Tenaga Kependidikan karena untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka, walaupun bukan satu-satunya syarat tentunya akan membuat tenang dan lebih maksimal,”ungkap Ahyani.

Secara strategi pemberian vaksinasi dilaksanakan setiap kecamatan sebagai koordinator yang telah menghimpun segala sumber daya, potensi sehingga seperti pelaksanaan sekarang ini, berjalan lancar di Bandung Wetan yakni di SD Taruna Bakti ini atas dukungan Yayasan Taruna Bakti, tambah Ahyani.

“Seperti yang kita lihat, dukungan Yayasan Taruna Bakti, ada relawan, PGRI, Guru-guru, kewilayahan, bagi kami sangat mengharukan bahwa semua sangat mendukung dan peduli untuk mensukseskan agar tenaga pendidik dan kependidikan cepat mendapatkan vaksin Covid-19,”ucap Ahyani mengapresiasi.

Vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Relawan petugas vaksinasi Covid-19 sedang mewawancarai peserta penerima vaksin sebagai proses skrining kelayakan pemberian vaksin, saat kegiatan Vaksinasi Pendidik, Tenaga Kependidikan dan ASN Kewilayahan di AULA Yayasan Taruna Bakti, Jumat 16 April 2021.

“Vaksinasi ini bukan untuk kepentingan pribadi tapi juga melindungi diri, keluarga dan masyarakat. Karena kita tahu semakin banyak mendapatkan kekebalan maka pandemi ini mudah-mudahan segera berakhir dan juga banyak yang terlindungi,” himbau Ahyani.

“Jadi dengan adanya vaksinasi, ilustrasinya “Aku melindungi Kamu, Kamu melindungi Aku. Kita saling melindungi”,”pungkas Ahyani Raksanagara.***

 

berita di atas di ambil dari laman bandungside.com

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com