Artikel Umum

MENGATASI PENGANGGURAN DENGAN PENINGKATAN

DAYA SERAP LULUSAN DIPLOMA MELALUI PROGRAM CAREER CENTER

Penulis: Hendri Pramadya

Pada tanggal 13 Agustus 2016 lalu Akademi Sekretari dan Manajemen Taruna Bakti (ASMTB)  melantik 71 wisudawan untuk Program Studi Sekretari dengan jenjang pendidikan diploma III angkatan tahun akademik 2013/2014. Dari 71 lulusan tersebut, 38 orang telah bekerja sebelum acara wisuda dilaksanakan. Pemetaan daya serap lulusan ASMTB di dunia kerja untuk tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Daya Serap Lulusan ASMTB dalam Pasar Kerja

 Tahun Akademik 2015-2016 (Updated data: 8 Agustus 2016)

Keterangan

Jumlah lulusan

Persentase

Bekerja sebelum diwisuda

38

54%

On progress lamaran

32

45%

Wirausaha

0

0%

Melanjutkan studi ke S1

1

2%

Jumlah total

71

100%

 

Jenis Pekerjaan/ Jabatan Lulusan ASMTB

Tahun Akademik 2015-2016 (Updated data: 8 Agustus 2016)

Jabatan

Jumlah lulusan

Persentase

Sekretaris

10

27%

CS/ Teller/ Front Office staff

9

24%

StaffAdministrasi

7

19%

Staf Akunting

2

6%

Staf Marketing

1

3%

Lain-lain

9

24%

Jumlah Total

38

100%

Secara historis Akademi Sekretari dan Manajemen Taruna Bakti (ASMTB)  sejak tahun 1971 telah mengisi pasar kerja di berbagai perusahaan dan instansi pemerintah, di antaranya: Kementerian Keuangan RI, Kementerian Pekerjaan Umum RI, Bank-Bank BUMN, Bank-Bank Swasta, perusahaan BUMN dan BUMD, perusahaan asing, rumah sakit, perusahaan tambang dan mineral, konsultan, asuransi, kenotariatan,  dll. dengan jabatan pekerjaan: sekretaris junior, pegawai administrasi, sekretaris senior, analis keuangan, sekretaris direksi, sekretaris presiden direktur, manager, presiden direktur, bupati, walikota, dll.     

Nama besar ASMTB sebagai penghasil tenaga kerja yang berkualitas  (khususnya sekretaris) sudah melekat dalam setiap perekrutan tenaga kerja dari berbagai perusahaan besar di Indonesia. Setiap tahunnya di atas 50% lulusan ASMTB sudah bekerja sebelum mereka diwisuda. Daya serap lulusan dalam dunia kerja merupakan indikator keberhasilan perguruan tinggi dalam mendidik lulusannya.

Di lain pihak melemahnya daya serap tenaga kerja di beberapa sektor industri secara signifikan membuat angka pengangguran bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2016 mencapai 7.02 juta orang. Berdasarkan taraf pendidikannya, persentase penduduk berpendidikan Diploma III yang mengganggur jumlahnya menurun, sebaliknya tingkat pengangguran lulusan universitas meningkat dari 5,34 persen menjadi 6,22 persen (Kepala BPS dalam Tempo.co, 4 Mei 2016). Hal ini terjadi karena  jumlah angkatan tenaga kerja meningkat sedangkan daya serap tenaga kerja dari beberapa industri melemah. Data BPS lainnya menyebutkan bahwa daya serap tenaga kerja telah mengalami pergeseran dari sektor pertanian dan industri ke sektor perdagangan dan jasa kemasyarakatan. Hal ini tercermin dalam jumlah daya serap lulusan ASMTB di sektor perdagangan dan jasa kemasyarakatan yang mencapai angka 89%.

Dalam dunia pendidikan sekarang terdapat sebuah paradoks: lulusan perguruan tinggi banyak, tetapi tidak semuanya terserap di dunia kerja. Lemahnya daya serap tenaga kerja lulusan perguruan tinggi tersebut kemungkinan besar terkait dengan mismatch perguruan tinggi dan kebutuhan industri. Dikhawatirkan pula bahwa ketidakpercayaan pengguna lulusan terhadap proses pendidikan dan kualitas lulusan di perguruan tinggi akan berpengaruh pada peningkatan jumlah pengagguran di Indonesia.     

Terkait dengan kepercayaan pengguna lulusan khususnya kalangan industri terhadap kualitas lulusan diploma, para alumni ASMTB dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalisme dalam bekerja sesuai dengan kompetensi dan kapasitasnya sebagai lulusan prodi Sekretari. Mereka dididik sejak di bangku kuliah dan pada saat magang untuk memiliki komitmen agar  bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab, disiplin, jujur, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan pola pendidikan seperti ini, tidak heran banyak perusahaan lebih memilih merekrut lulusan diploma karena mereka lebih terampil dan siap bekerja. 

Tahun demi tahun ASMTB berupaya untuk memperkuat daya serap lulusan di dunia kerja dengan membangun hubungan kerja sama dengan dunia industri dan perbankan melalui Bursa Kerja ASMTB yang sejak April 2016 berubah nama menjadi Career Center ASMTB (CCA).  Setiap tahun puluhan perusahaan datang dan mencari lulusan ASMTB dan beberapa perusahaan langsung melakukan perekrutan di kampus.

Namun demikian, seiring dengan meningkatnya arus tenaga kerja asing di Indonesia sejak MEA diberlakukan pada tahun 2015, persaingan dalam mendapatkan pekerjaan menjadi sangat tidak mudah. Banyak lulusan perguruan tinggi kita tidak mampu menyaingi kemampuan tenaga kerja asing yang bekerja di sektor-sektor industri, jasa, dan perdagangan.

Untuk  menghadapi  persaingan  tersebut, ASMTB  melalui CCA yang berfungsi sebagai mediator dan fasilitator lulusan dengan pelaku industri dan perdagangan berupaya untuk:  

  1. Melakukan riset dan pengembangan pengayaan wawasan bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja;
  2. Menyelenggarakan seminar, pelatihan, atau lokakarya yang terkait dengan peningkatan kompetensi lulusan dalam menghadapi dunia kerja;
  3. Menganalisis kebutuhan pasar kerja dengan pengembangan kurikulum;
  4. Membangun hubungan kerja sama dengan pelaku industri, perbankan, dan pemerintah dalam perekrutan lulusan.
  5. Membangun hubungan kerja sama dan komunikasi dengan alumni yang sudah bekerja dalam hal evaluasi pendidikan di kampus, informasi pemutakhiran ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia kerja, dan perekrutan lulusan.
  6. Mengumpulkan data perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dan alumni yang membutuhkan pekerjaan.

Berbagai upaya yang terkait dengan program CCA diharapkan dapat turut membantu program pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran khususnya pengangguran usia produktif dan meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan bagi para lulusan.

Ke depan seluruh elemen masyarakat di Indonesia harus turut bahu-membahu memperkokoh kualitas pendidikan di perguruan tinggi agar mampu memberikan pelayanan optimal dalam proses pendidikan dengan tujuan menghasilkan lulusan yang memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat sehingga dapat membantu menyelesaikan permasalahan negara khususnya masalah pengurangan angka pengangguran.  Saat ini lulusan diploma telah turut berkontribusi aktif membantu pemerintah dalam mengatasi hal tersebut meskipun belum optimal.

 

Online bookmaker Romenia betwin365.webs.com